Umum

Mengemudi Hemat dan Cerdas

3

Mengemudi Hemat dan Cerdas

Mengemudi Hemat dan Cerdas

Bahan bakar minyak bukanlah sumber energi yang dapat diperbaharui, semakin banyak dipakai semakin berkurang cadangan minyak dunia, dan lama kelamaan akan habis. Walaupun saat ini harga minyak dunia sedang turun, tidak menutup kemungkinan akan naik lagi di masa yang akan datang. Turunnya harga minyak dunia belakangan ini bukan karena cadangan minyak dunia bertambah, tapi karena melambatnya ekonomi China dan Eropa, otomatis demand berkurang.

Industri otomotif masih bertumpu pada bahan bakar minyak. Menanggapi krisis energi dunia, produsen mobil mulai mengembangkan mobil listrik. Tapi jangan terlalu berharap, mobil listrik pun bukan solusi cerdas untuk Indonesia, karena pembangkit listrik kita juga sebagian besar bertumpu pada diesel dan batu bara. Lain halnya dengan negara-negara yang mempunyai sumber energi listrik berbasis nuklir, angin, ataupun air.

Dengan cara mengemudi hemat dan cerdas, kita bisa menghemat konsumsi BBM dan membantu menyelamatkan dunia.

Ada tiga hal yang perlu kita ingat kembali, hal yang sudah pernah kita pelajari sewaktu SMP yg saya yakin sebagian besar dari kita melupakannya.

1. Setiap benda akan tetap bergerak dengan kecepatan konstan, atau tetap diam kecuali ada gaya yang resultannya tidak nol bekerja pada benda tersebut.
2. Hukum kedua Newton. F = m x a (F=gaya, m=massa, a=akselerasi/percepatan)
3. Usaha. W = F x d (W=usaha/work, F=gaya, d=jarak/distance)

Dari persamaan diatas dapat dituliskan W = m x a x d

Usaha/kerja mobil equivalent dengan energy (BBM yg dikonsumsi). Dari persamaan diatas kita bisa simpulkan bahwa konsumsi BBM kita bergantung dari

1. massa mobil dan isinya,

2. akselerasi/percepatan dan

3. distance/jarak yang ditempuh.

Tips Mengemudi Hemat dan Cerdas

Hindari jalanan macet. Dalam kemacetan kendaraan sering berhenti, dalam keadaan berhenti BBM terkonsumsi tanpa menghasilkan jarak sama sekali, jelas merupakan pemborosan. Kondisi macet stop and go, juga otomatis akan banyak berakselerasi dan berdeselerasi. Berkendara akan lebih hemat kalau dapat menjaga kecepatan konstan (hukum pertama newton). Pun gaya gesek dalam mesin, transmisi, roda dll tidak dapat diabaikan, energi tetap dibutuhkan untuk melawan gaya-gaya tersebut walaupun pada kecepatan konstan, maupun berhenti.

Hindari membawa barang-barang bawaan yang tidak perlu. Setiap barang yang kita bawa akan menambah massa kendaraan kita. Semakin besar massa, semakin besar energi yang dibutuhkan.

Hindari berakselerasi secara berlebihan, injak pedal gas secara perlahan-lahan. Semakin besar percepatan, semakin besar energi yang dibutuhkan.

Usahakan mencari rute (distance/jarak) terdekat. Semakin besar (distance/jarak), semakin besar energi yang dibutuhkan.

Hindari penggunaan rem secara berlebihan. Sewaktu mengerem, kita membuat gaya yang melawan arah gerak mobil. Dengan kata lain membuang percuma BBM yang sudah kita keluarkan sebelumnya sewaktu menginjak pedal gas. Bayangkan kita sedang bergerak dengan kecepatan 50km/jam, dengan menginjak rem kita dapat berhenti pada jarak kira-kira 20 meter, dengan hanya melepas gas tanpa mengerem kita baru akan berhenti pada jarak 200m. Dengan jumlah BBM yg sama kita rugi 180 meter (berapa kali kita menginjak rem dalam sehari?). Usahakan melepas/mengurangi gas jauh-jauh dari target titik berhenti. Terlalu dekat dengan kendaraan di depan kita, juga akan membuat kita sering meginjak rem. Jaga jarak secukupnya sesuai kecepatan.

Gunakan engine break saat berdeselerasi. Pada mobil-mobil moderen, dengan adanya engine break ECU akan memerintahkan injektor untuk megurangi suplai BBM ke ruang bakar.

Pindahkan gigi (pada transmisi manual) pada RPM optimal, biasanya pada 1500-2500 bervariasi tiap type mobil.

Gunakan gigi tertinggi pada saat cruising, pastikan overdrive off pada transmisi automatic, cruise control juga dapat membantu. Semakin tinggi gigi, semakin besar kecepatan (semakin besar jarak tempuh tiap satuan waktu) yang dihasilkan dengan rpm mesin (equivalent dengan jumlah BBM yang dikonsumsi mesin) yang sama. Usahakan pada RPM optimal.

Masih banyak kasus yang membuat konsumsi BBM tidak efisien, tapi yang penting kita “mengerti” garis besarnya tentang bagaimana mengemudi hemat dan cerdas.
Mungkin semuanya kelihatan sepele, tapi sebetulnya cukup signifikan. Dari satu pertanyaan saja, “berapa kali kita menginjak rem dalam sehari?”. Dalam sebulan? Setahun?

Implementasinya mudah? Belum tentu. Perlu latihan untuk dapat mengemudi hemat dan cerdas, dan merubah kebiasaan bukan hal yang mudah.

Photo by TrappedInReality

Related Posts

3 Comments

  1. Vital Garcinia June 1, 2015 at 12:01 - Reply

    I have read so many articles on the topic of the blogger lovers however this post is truly a fastidious piece of writing, keep it up.

  2. Green coffee Diet June 2, 2015 at 06:31 - Reply

    Can I simply say what a comfort to discover a person that genuinely understands what
    they are discussing on the web. You definitely know how to bring
    a problem to light and make it important. More people should look at this and understand this side of the story.
    I was surprised you are not more popular given that you most certainly possess the gift.

  3. removals sydney June 17, 2015 at 10:11 - Reply

    Very great post. I simply stumbled upon your blog and wished to say that I’ve truly enjoyed browsing your weblog posts. After all I will be subscribing in your rss feed and I am hoping you write again very soon!|

Leave a Reply

Advertisement

POPULAR

%d bloggers like this: